Tampilkan postingan dengan label Teknik tenaga listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik tenaga listrik. Tampilkan semua postingan

Bahaya Gelombang Harmonik

Posted by bilbee-one 02/05/13 0 komentar

Bahaya Gelombang Harmonik

Beban listrik di industri dibagi dalam 4 kategori:
1.       Beban non linear: Sumber harmonisa tinggi
2.       Trafo Distribusi: Reaktansi XL
3.       Power Capacitor: Reaktansi XC
4.       Beban-beban lain yang bukan sumber harmonisa
Beban listrik yang menimbulkan Harmonisa tinggi:
·         Motor DC
·         Perubahan kecepatan motor (Frequensi Converter)
·         UPS (Uninteruptible Power Supply)
·         Mesin Las (Arc Furnace)
·         Trafo (Induction Furnace)
·         Discharge Lamp
Dampak buruk yang ditimbulkan oleh Gelombang Harmonik:
·         Kesalahan operasi pada alat-alat pengatur (regulation device), timbul karena pergeseran phasa dari wave form tegangan disamping nilai puncak (peak value) dari wave form tegangan juga turut meningkat tajam.
·         Bertambahnya kehilangan energi baik pada tembaga (kabel-kabel dan kumparan) maupun pada besi (pada inti dari trafo distribusi).
·         Overheating pada motor-motor listrik dan pada capacitor.
·         Dampak buruk pada audio frekuensi.
·         Bertambahnya bunyi (sound level) pada motor-motor dan peralatan listrik lainnya.
·         Tripping pada Circuit Breaker
Guna mengkonpensasi daya reaktif pada beban-beban induktif digunakan Power Capacitor yang dihubungkan paralel dengan beban pada panel induk, dengan demikian power factor beban keseluruhan akan dapat diperbaiki seperti yang disyaratkan oleh PLN.
Namun menghubungkan langsung power capacitor pada jaringan distribusi berbeban non linear yang menghasilkan harmonisa tinggi akan sangat berbahaya karena kemungkinan terjadinya paralel resonansi antara capacitor dengan beban induktif tertentu bahkan dengan trafo distribusi,
dan apabila frekuensi resonansi berada sangat dekat dengan frekuensi harmonisa ke-5 dan ke-7 maka tegangan harmonisa tinggi yang sangat kuat akan muncul pada busbar panel induk dan mengakibatkan arus lebih (over current) pada capacitor, trafo distribusi dan beban-beban lain.

Untuk mengatasi dampak pemasangan PF Correction Capacitor terhadap meningkatnya harmonisa tinggi pada jaringan berbeban non linear maka harus dipasang 
Detuned Reactor yang dihubungkan seri dengan power capacitor sehingga arus harmonisa dapat teredam.

Kapan diperlukan Detuned Reactor?
Jika total daya peralatan yang menghasilkan gelombang harmonik lebih dari 20% dibanding dengan total daya trafo maka diperlukan Detuned Reactor yang dihubungkan seri dengan power capacitor.
Read More..

Tekhnik tenaga listrik

Posted by bilbee-one 29/04/13 0 komentar


Dalam rancang bangun instalasi Listrik baik itu instalasi listrik gedung,perumahan ataupun control panel listrik sangat lah penting dalam menentukan ukuran/besaran dari material komponen listrik yang akan kita gunakan,tentunya sisi ekonomis pun juga harus kita pertimbangkan, akan tetapi tanpa mengabaikan keamanan dan ke andalan nya sesuai dengan standard /atau aturan yang sudah di tetapkan dalam PUIL ( peraturan umum instalasi listrik ).menemtukan besaran kabel yang akan di gunakan adalah sangat penting karena apabila salah dalam menentukan ukuran kabel yang di gunakan akan ber akibat fatal seperti kebakaran dan konsleting listrik karena kabel yang di gunakan tidak sesuai dengan daya hantar arus nya.
untuk menentukan besaran kabel yang akan di gunakan berikut ini adalah tabel dari besaran kabel dan kemampuan hantar arus dari kabel tersebut :


Bagaimana apabila tegangan ,pajang kabel,dan konduktor berbeda ?apakah tabel tersebut bisa di jadikan acuan?Nah itulah yang akan kita bahas.
1.Teori pendukung 
1.1.Rumus untuk menentukan Diameter kabelgunakan tabel 
setelah kita mengetahui tegangan dan daya yang di butuhkan ,langkah selanjut nya adalah menentukan diameter kabel yang akan kita gunakan. selain menggunakan tabel di atas kita juga bisa menentukan nya dengan menggunakan Rumus berikut ini:


Dari Rumus di atas terlihat bahwa penampang kabel berbannding lurus dengan panjang kabel dan berbanding terbalik dengan tegangan.Artinya semakin panjang kabel  maka semakin besar pula penampang kabel yang di gunakan,hal ini untuk menjaga agar tegangan tetap konstan dan rugi tegangan(ev) tidak terlalu besar.rugi tegangan ini berhubungan dengan hokum hokum ohm (R) dan menentukan arus (I)yang di hasilkan.jenis konduktor atau daya hantar jenis di lambangkan dengan huruf (y).daya hantar jenis tembaga adalah 56,alumunium 32,7 dan besi adalah 7.Contoh sebuah Heater 380Volt  10000watt di sambungkan dengan kabel tembaga dengan panjang 350 meter rugi tegangan yang di inginkan adalah 5 volt. berapa penampaang kabel yang di butuhkan?Penyelesaian:q=(L.N) : (y.ev.E)q=(350 x 10000) : (56 x 5 x 380)q=(3500000) : ( 106400 )q=32.8 mm2  Diameter kabel yang di butuhkan adalah 32.8mm2 atau yang umum di pasaran adalah 35mm2.

Read More..